16 Jan 2013

Penerapan Just In Time pada Toko Online Perangkat Teknologi Informasi

4:39 PM

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Globalisasi adalah sebuah hal yang tidak dapat dihindarkan oleh pihak manapun. Dengan adanya globalisasi yang didukung oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat, akan tercipta sebuah “dunia baru” yang lebih baik di mana jarak bukanlah menjadi sebuah masalah yang berarti. Dampak dari terbentuknya dunia baru ini adalah pemekaran pasar dengan persaingan yang sangat ketat dari perusahaan-perusahaan lain baik lokal maupun perusahaan asing.
 Persaingan yang sangat ketat ini memaksa perusahaan untuk menjadi yang paling baik dari yang terbaik untuk dapat bertahan di era globalisasi ini. Salah satu cara yang dapat ditempuh oleh perusahaan untuk dapat menjadi yang terbaik adalah  dengan memiliki corporate strategy yang baik sehingga dapat memperoleh competitive advantage. Heizer & Render (2005: 29) mengatakan bahwa “Competitive advantage implies the creation of a system that has a unique advantage over competitors. The Idea is to create customer value in an efficient and sustainable way”, sehingga dapat diartikan dalam membangun Competitive advantage atau yang biasa dikenal dengan keunggulan bersaing, perusahaan disarankan untuk membentuk sebuah sistem yang unik dan memiliki keunggulan dibandingkan dengan pesaing yang intinya adalah memberikan nilai yang baik bagi konsumen dengan efisien dan dapat dipertahankan.
Rumah Komputer (Ruter) yang berdiri pada tanggal 9 september 2009 dengan usaha ritel perangkat teknologi informasi diantaranya komputer, laptop, gadget, aksesoris, perangkat jaringan dan lain-lain membuka toko di RTC Gatsu jalan Gatot Subroto Denpasar. Setelah hampir 3 tahun Ruter akhirnya memutuskan untuk menutup toko tersebut dengan alasan permasalahan RTC Gatsu masih sangat sepi pengunjung, sehingga minim penjualan yang terjadi. Hal ini menyebabkan Ruter tidak mampu lagi menutupi biaya-biaya operasional yang harus dikeluarkan seperti biaya sewa toko, gaji karyawan, dan juga modal untuk pembelian barang yang harus terus up to date sudah menipis. Persediaan barang dagangan banyak karena perkembangan perangkat teknologi berkembang sangat pesat dan pembelian persediaan yang kurang diperhitungkan membuat pesediaan barang cepat out of date yang menjadi indikator lain penjualan semakin memburuk. Biaya sewa toko yang mahal berbanding terbalik dengan persaingan yang kurang kondusif dimana harus mampu menjual lebih murah karena toko lain diam-diam saling banting harga demi mendapatkan pembeli.
Pada September 2012 Ruter mencoba bangkit dengan kembali membuka toko namun bukan toko fisik melainkan toko secara online dengan alamat www.rumahkomputer.com. Ruter sekarang memiliki salah satu visi mampu memberikan solusi perangkat teknologi informasi (TI) yang paling murah dan cepat di Bali. Dengan konsep toko online Ruter mampu menawarkan harga yang jauh lebih murah karena biaya operasional dapat ditekan secara signifikan, bahkan biaya sewa toko yang dulunya mahal hampir tidak ada, karena pada toko online hanya diperlukan biaya alamat domain dan hosting dari website toko online yang dibangun. Masalah biaya sewa toko yang mahal memang dapat teratasi, namun tidak dengan permasalahan persediaan. Barang yang tawarkan belum tentu ada dalam persediaan dan sebaliknya barang dalam pesediaan belum tentu dipesan pengunjung web. Sering kali terjadi barang yang dipesan tidak ada dalam persediaan, dan ketika mencoba menghubungi pemasok ternyata barang tersebut juga lagi kosong. Sehingga menyebabkan pengunjung toko online atau calon pembeli kecewa dan menimbulkan cetra negatif bagi Ruter sendiri.
Untuk membantu Ruter mencari solusi dalam memecahkan permasalahan persediaannya, maka dibutuhkan model inventory management yang harus diterapkan. Penulis mencoba menawarkan solusi penerapan Model Just In Time (JIT). Dalam penerapannya nanti diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, murah, dan jaminan atas ketersediaan barang yang diinginkan pengunjung toko online.

1.2  Perumusan Masalah
Dari apa yang telah dijelaskan pada latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah “Bagaimana menerapkan JIT dalam mengelola persediaan pada toko online rumahkomputer.com”



BAB II
LANDASAN TEORI & PEMBAHASAN

2.1  Landasan Teori
2.1.1     Just In Time
Apa itu Just In Time (JIT)? Just In Time adalah sebuah filosofi manajemen yang berasal dari Jepang yang telah diaplikasikan secara nyata sejak awal tahun 1970 pada perusahaan manufaktur di Jepang. Pada awalnya di Toyota Motor, Taichii Ono dan tangan kanannya Shigeo Shingo mengadaptasi strategi Henry Ford yang disesuaikan dengan etos kerja masyarakat Jepang sehingga lahirlah sebuah filosofi yang disebut sebagai Just In Time. Terdapat banyak definisi JIT yang diungkapkan oleh para ahli, antara lain menurut Russell dan Taylor (2006: 685) “Just In Time is a concept minimizing inventory and smoothing the flow of materials so that material arrived just as it was needed”  sehingga JIT dapat diartikan sebagai sebuah konsep meminimalkan jumlah persediaan dan memastikan kelancaran aliran bahan baku sehingga sampai tepat ketika dibutuhkan.
Senada dengan Russell dan Taylor, Meredith (1992: 549) mengatakan “The basic idea behind JIT is to make goods flow like water through the shop and not build up, or arrive eiither early or late.” Sedangkan menurut Zhu dan Meredith (1995), mengatakan bahwa “JIT defined as an approach to achieving excellence in a manufacturing company based on countinuing elimination of waste and consitent improvement in productivity.” yang dapat diartikan sebagai sebuah pendekatan untuk mencapai tingkat yang paling baik pada perusahaan manufaktur yang berdasarkan pada pengurangan waste secara terus menerus dan konsisten dalam meningkatkan produktivitas. Pendapat Zhu dan Meredith ini didukung oleh Heizer dan Render (2005: 470) yang mengetakan “Just In Time is a Philosophy of countinious and forced problems solving that drives out waste” pendapat  Heizer dan Render ini dapat memberikan gambaran yang senada bahwa JIT adalah sebuah filosofi mengenai pemecahan masalah yang terus menerus yang akan menghilangkan waste. Pendapat dari Heizer dan Render diperkuat oleh definisi yang dipaparkan oleh service.eliteral.com. Pendapat para ahli dan web site di atas kemudian terangkum dalam definisi yang dicantumkan pada accuracybook.com. Sedangkan www.ifm.eng.ac.uk mendefinisikan JIT sebagai sebuah filosofi dalam produksi barang yang memenuhi customer demand (termasuk di dalamnya eksternal customer dan internal customer) tepat pada waktunya, tepat kualitas, dan tepat jumlah.

2.1.2   Toko Online (E-Commerce)
Apa itu  e-commerce? E-commerce merupakan bagaian dari E-business dimana bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission. E-commerce adalah kegiatan- kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur, service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer yaitu internet. Jualang Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, Mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.  
Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapat David Baum, menyebutkan “E-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and electronic exchange of goods, sevices, and informations” bahwa e-commerce suatu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik. E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis amtara perusahaan yang satu dengan yang lain, antar perusahaan dengan pelanggan, atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public.

2.2  Analisis
Permasalahan utama yang dihadapi oleh Ruter adalah tidak pengelolaan persediaan barang yang baik sehingga sering kali membuat calon pembeli kecewa dan tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Pengelolaan persediaan kurang baik juga menyebabkan Ruter tidak dapat menekan biaya-biaya yang berdampak Ruter tidak mampu menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan pesaing. Perkembangan barang dagangan teknologi dewasa ini juga berkempang sangat pesat, membuat penurunan nilai barang lebih singkat. Semakin lama barang dalam persediaan menunggu untuk laku terjual, nilainya akan semakin turun. Dalam penerapan JIT pada toko online dapat dilihat dari dua sisi hubungan, yaitu dari sisi hubungan antara Ruter dengan supplier (Pemasok) dan hubungan antara Ruter dengan pelanggan.
1.      1.  Rumah Komputer dengan Pemasok
Rumah Komputer disarankan mengutamakan menjalin kerja sama dengan pemasok yang berada dekat dengan gudang atau kantor toko online. Hal ini bertujuan mengurangi waktu pengiriman barang dan biaya yang dibutuhkan apalagi jika pemasok memberikan pelayanan mengantarkan ke kantor Ruter. Ruter juga sebaiknya mampu bekerja sama dengan pemasok jika barang yang dipesan ke pemasok berdasarkan pesanan dari pelanggan. Dimana barang tersebut bisa langsung diserahkan ke pelanggan tanpa perlu campur tangan Ruter terlebih dahulu seperti perakitan dan instalasi bisa dikirim langsung kepada pelanggan  tanpa harus dikirim dulu ke gudang Ruter. Dengan catatan telah melakukan kerja sama dengan pemasok bahwa label pengirim barang diisikan dikirim oleh Rumah Komputer.
Dengan cara seperti ini terntu akan dapat menghemat biaya pengirim barang. Sedangkan untuk sistem pembayaran jika pelanggan memilih pembayaran transfer via bank, maka barang akan dikirim jika pembayaran sudah diterima oleh pihat Ruter. Setelah barang diantarkan ke palanggan oleh pemasok, ruter mengirimkan pembayaran ke pemasok sesuai harga reseller yang telah disepakati. Sedangkan jika pelanggan memilih pembayaran cash on delivery (COD) otomatis yang menerima pembayarn dari pelanggan adalah pemasok, maka pemasok wajib memberikan pembayaran ke ruter sesuai selisih harga yang dijual kepada pelanggan dengan harga reseller.
2.      2.  Rumah Komputer dengan Pelanggan
Dalam hubungan dengan palanggan, toko online yang menjadi basis penjualan harus mampu memberikan jaminan ketersediaan barang yang dipajang di website dengan deskripsi barang yang jelas  dan tentunya harga yang lebih kompetitif. Sehingga setiap hari harus dilakukan pengecekan update harga dan persediaan barang dari pemasok. Barang yang dikirim ke pelanggan juga harus sesuai dengan yang dijanjikan. Jika dijanjikan 1-2 hari kerja sampai maka itu harus diwujudkan atau pelanggan akan kecewa dan kapok. Ruter juga diharapkan dapat mengoptimalkan penjualan dengan lokasi pelanggan yang terjangkau oleh pemasok dan Ruter sebelum menyasar pasar yang lebih luas. Ruter juga sebaiknya melakukan pengecekan terhadap harga yang ditawarkan para kompetitor untuk mamastikan harga yang Ruter tawarkan mampu bersaing bahkan lebih murah. Perkembangan perangakat teknologi juga harus diketahui lebih cepat dari pesaing dan pelanggan dan menemukan distributor atau pemasoknya. Bisa juga dengan mendesak pemasok yang telah bekerja sama dengan kita untuk segera memiliki barang tersebut.
Apabila kedua pendekatan hubungan dalam penerapan JIT diatas dapat diterapkan, maka akan mendekatkan Ruter dengan visinya, yaitu mampu memberikan solusi perangkat teknologi informasi (TI) yang paling murah dan cepat di Bali. Namun dalam penerapan tersebut tidak akan segampang apa yang dijabarkan. Dibutuhkan kerja keras dan konsisten dari pihak Ruter dan juga pemasok untuk memastikan konsep dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka penerapan model JIT pada toko online Rumah Komputer (Ruter) dapat menekan pengeluaran biaya pengiriman baik pengirim dari pemasok maupun pengiriman kepada pelanggan. Menekan biaya pesediaan sehingga ruter dapat menawarkan harga kepada pelanggan dengan lebih murah. Dengan menerapkan JIT juga dapat memberikan pelayanan lebih cepat kepada dalam hal pengiriman barang pesanan pelanggan.

Written by

Bukan seorang pakar ataupun praktisi profesional, hanya ingin berbagai atas esensi realita perjalanan dan mimpi yang terlihat tak bertepi.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2014 Dipzt. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top