25 Des 2009

Cara bercinta yang memuaskan

1:27 PM

Seberapa Kuat Lelaki Orgasme! Why?
Makin Cantik Makin Sering Orgasme!
Anda termasuk lelaki multiorgasme? Itu lho lelaki yang dapat mencapai lima sampai enam kali ejakulasi dalam satu jam. Kok bisa sih? Begini kasus seperti ini bisa terjadi dalam tiga situasi berikut:

Pertama, setelah lama tidak berhubungan seksual, misalnya dua atau tiga bulan. Selang waktu istirahat refleks seksual menjadi pendek. Setelah ejakulasi, ereksi dapat terjadi lagi dalam waktu lima menit. Meskipun demikian ini adalah situasi yang jarang terjadi.

Makin Menggairahkan Makin Hot!
Kedua, dalam kondisi rangsangan seksual yang kuat, bisa saja terjadi ereksi lagi dan ejakulasi terjadi beberapa kali dalam satu jam. Ketika berhubungan seks pertama kalinya atau dengan perempuan yang sangat menggairahkan, biasanya kemampuan ejakulasi lelaki berkembang secara signifikan. Ini juga akan menghilang seiring dengan waktu ketika tingkat kenikmatan seksual dan situasi mulai menjadi seperti biasa.

Ketiga, kerja orgasme lelaki yang sensasional adalah sesuatu yang paling sering digunakan, yakni harapan lelaki yang lebih tinggi pada organ genitalnya ketimbang fungsinya. Struktur rentan ini dikontrol oleh mekanisme kompleks yang berorientasi pada kualitas, bukan kuantitas.
Senggama bukanlah perlombaan. Bagi lelaki yang senang bersaing di dalam semua bidang kehidupan, sulit menerima seks apa adanya. Misalnya, Anda bersenggama dua kali seminggu dan masing-masing mencapai ejakulasi satu kali. Dengan membandingkannya, Anda merasa kurang. Anda tidak menyadari bahwa kehidupan seksual Anda sebenarnya normal dan wajar. Jadi, persoalannya adalah kepercayaan.

Melebihi semua usaha manusia, seksualitas lelaki adalah permainan kepercayaan. Aturannya adalah, “Kalau menurut Anda mampu, Anda pasti bisa”. Ereksi mudah hilang karena keributan yang tiba-tiba, kata-kata sindiran, bahkan tatapan penolakan dapat menghancurkan semuanya.

Ini salah satu aspek paling memalukan dan tidak menyenangkan. Sembilan puluh lima persen alat kelamin lelaki bereksi secara baik justru pada saat tidak dibutuhkan. Kalau dipikir lebih jauh, organ seakan-akan takut berhadapan dengan genital perempuan. Ketakutan dan kemampuan sama-sama persoalan penting bagi ereksi organ lelaki.

Coba Dech, Penetrasi Dangkal Nikmatnya Gak Ketulungan!
Cocok untuk yang berpenis pendek!
Hingga kini tidak terhitung lagi jumlah teori tentang posisi seksual, meski sebenarnya kebanyakan merupakan variasi dari beberapa posisi dasar. Namun sayangnya, mitos telah memperkuat keyakinan bahwa tak seorang pun dapat menjadi pecinta yang hebat sebelum ia menguasai semua gaya permainan seksual. Bahkan dikatakan, makin menantang suatu posisi makin tinggi pula kepuasan yang bakal diperoleh.

Bagaimanapun, tidak satu pun dari mitos tersebut yang benar. Tidak ada makna istimewa yang terkait dengan posisi-posisi seks tertentu. Kemampuan bercinta lebih ditentukan oleh kemampuan mengoptimalkan rangsangan hingga mencapai orgasme ketimbang posisi-posisi tertentu. Dan salah satu upaya untuk memenuhinya ialah dengan memanfaatkan titik-titik rangsangan yang terdapat di sekitar organ seksual.

Itu juga alasan mengapa penetrasi yang lebih dalam tidak otomatis menjamin lebih tingginya kepuasan yang akan dirasakan. Juga, semakin banyaknya tusukan tidak selalu langsung mengarah kepada semakin nikmatnya “pertempuran” yang dilakukan. Kepuasan ternyata cukup sering ditemukan lewat manuver-manuver sederhana yang tidak membutuhkan kucuran keringat.

Contohnya, banyak pasangan yang bisa menikmati senggama hanya dengan sekali atau beberapa kali penetrasi penis, lalu membiarkannya tetap di dalam dan kemudian melakukan gerakan tarik-ulur atau goyangan-goyangan kecil (tanpa keluar-masuknya penis). Cara ini kabarnya sangat memuaskan, karena kedua pasangan dimungkinkan untuk rileks.

Mulailah dengan percaya diri tinggi
Sedangkan pasangan lain sangat puas hanya dengan tusukan “dangkal” berulang-ulang. Cara ini malah menghasilkan rangsangan paling maksimal bagi kedua pasangan. Soalnya, ujung-ujung saraf yang paling sensitif lebih banyak terdapat di mulut vagina. Karena itu, rangsangan berulang-ulang pada daerah ini dapat memberi kepuasan yang maksimal.

Sama halnya, penetrasi dangkal secara berulang-ulang bagi pria memungkinkan kepala penisnya memperoleh rangsangan terus-menerus dari otot vagina yang terdapat di mulut vagina. Bukan hanya, kepala penis, frenulum (leher) penis juga akan memperoleh rangsangan serupa. Soalnya, pada kedua bagian ini terdapat ujung-ujung saraf yang sangat sensitif. Jadi bagi pria berpenis pendek tidak jadi soal, karena posisi ini sangat menguntungkan.

Karena itu, jenis penetrasi dan tusukan dangkal seperti ini pun perlu dimanfaatkan untuk memperoleh rangsangan maksimal bagi pasangan tersebut. Kalau Anda belum tahu ke dalaman penetrasi yang paling dinikmati pasangan, keduanya dapat melakukan eksplorasi dengan bergantian mengambil posisi di atas. Lakukanlah berbagai eksperimen irama penetrasi dan tusukan tersebut sampai diperoleh kedalaman dan ritme yang tepat. Inilah cara yang paling baik untuk sama-sama menentukan jenis irama dan goyangan yang dapat dilakukan selama senggama.

Namun, jangan lupa satu hal! Penetrasi akan lebih nikmat dengan menggunakan lubrikan (pelumas). Kadang-kadang wanita tidak sanggup menghasilkan cairan pelumas yang cukup memadai. Selain itu, gesekan antara penis dan vagina secara berulang-ulang dapat juga mengakibatkannya kering. Karena itu, olesan lubrikan pada vagina dan penis akan sangat membantu untuk memperoleh kenikmatan seks yang lebih tinggi, baik sebelum maupun di antara aktivitas tersebut.

Cium Bibir Bawahnya Dong!
Sensasi Luar Biasa !
Berciuman adalah salah satu cara paling ampuh untuk merangsang pasangan. Begitu pula sebaliknya. Bila pasangan juga jago dalam urusan kulum-mengulum ini, Anda pun akan merasakan sensasi yang sama seperti yang dirasakannya.

Saling menghisap lidah masing-masing merupakan kenikmatan tersendiri bagi dua insan yang sedang berciuman. Ditambah dengan gigitan-gigitan ringan pada bibir bagian atas dan bawah, membuat suasana berciuman makin panas saja. Kehangatan air liur turut menciptakan gairah seks yang meninggi di kepala Anda.

Soal cara berciuman di bibir pasangan tampaknya tak perlu dijelaskan lagi. Banyak yang pandai melakukannya. Dekatkan saja bibir ke bibir pasangan. Miringkan sedikit kepala Anda agar hidung tidak bertabrakan. Lalu tempelkan bibir Anda tepat ke bibirnya. Selanjutnya, cium dan kulumlah bibir sensual pasangan Anda sepuas-puasnya.

Nah, yang kadang bikin bingung, adalah mencium bibir bawah-nya [vegy]. Tentu berbeda mencium bibir bawah dengan bibir atas. Ada teknik tersendiri. Apalagi bila ingin mengenai klitorisnya. Pertama, Anda bisa menggerak-gerakkan lidah ke atas dan ke bawah di sekitar liang vegy. Gerakan lidah ini bisa pelan, bisa cepat. Semua tergantung dari seberapa cepat pasangan bisa terangsang.

Menggoda !
Oya, agar lidah dapat bergerak dengan leluasa, gunakan kedua tangan Anda untuk membuka bibir veggy lebar-lebar. Atau bisa juga minta bantuan tangan pasangan untuk membuka satu sisi veggy.

Anda juga dapat memvariasikannya dengan menyedot bibir veggy. Seperti mencium bibir atas, Anda juga dapat melakukannya di bibir veggy, bagian kanan dan kiri. Tapi tentu saja berbeda ketika mencium bibir atas. Tidak perlu ada gigitan disana.

Air kental bening yang keluar dari liang veggy sah-sah jika tak sengaja tertelan. Memang tidak ada rasanya. Tapi hisapan dan jilatan lidah Anda akan sangat terasa nikmat bukan kepalang bagi pasangan. Dia pasti akan menggeliat dan menggelinjang keenakan dan mendesah pertanda nikmat.

Kalau lidah Anda cukup lihai bergerak, dan kuat berlama-lama bermain disana, pasti bisa mencapai klitoris. Tapi, menurut pengakuan sebagaian besar perempuan di sebuah survey, mereka lebih ingin klitorisnya disentuh oleh jari daripada lidah. Alasannya, karena jari bisa menyentuh klitoris lebih keras ketimbang lidah yang memang lemah. Namun satu hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan adegan cium-mencium bibir bawah; cuci bersih vagina pasangan dan tentunya anda gosok gigi dulu agar bersih dari bau tak sedap

Sesuaikan Ukuran Dengan Teknik Bercinta!

Kalau Gak Sampai Jangan Dari Belakang
Pandanglah sesuatu secara obyektif. Termasuk dalam memandang diri Anda sendiri. Jika memang mata Anda agak sipit, ya akui saja sipit. Tidak perlu berusaha memelotot-melototkannya. Justru jelek dan lucu dilihatnya. Tapi bukan berarti Anda harus menjelek-jelekkan dan pasrah saja dengan apa yang ada pada diri Anda.

Idih…Gede Banget!
Yang saya maksud adalah obyektivitas dalam memandang kemampuan diri. Apalagi dalam kaitannya dengan seksual, perlu pandangan seobyektif mungkin. Dalam pembahasan ini, saya ingin memfokuskan kepada kemampuan penis Anda.

Anda harus obyektif untuk mengatakan bahwa penis milik Anda itu panjang atau pendek, besar atau kecil. Dalam berbagai pembahasan, sudah saya katakan bahwa ukuran penis tidak mempunyai korelasi yang jelas dengan kenikmatan yang dirasakan.

Hanya saja, ukuran penis harus disesuaikan dengan teknik bercinta yang mau Anda lakukan dengan pasangan. Apabila Anda memiliki penis kecil dan pendek, jangan paksakan untuk melakukan hubungan seks dengan penetrasi dari belakang. Saya pastikan, tidak bakal sampai, selain Anda berdua tidak memperoleh kenikmatan maksimal.

Ukuran penis mini juga tidak cocok untuk posisi pasangan berada di atas. Posisi perempuan di atas lebih pas dengan matching jika penis panjang, sehingga pasangan dapat menaikturunkan pantatnya secara leluasa.

Sebaliknya, jika dipaksakan, bukan tidak mungkin penis akan sering terpeleset lepas dari mulut vagina. Atau batang penis yang tegak lurus itu tertindih hingga menimbulkan rasa sakit. Ingat, rasa sakit yang muncul, sedikit apa pun, bisa melenyapkan gairah seksual yang tengah menggebu. So sesuaikan teknik bercinta dengan ukuran penis Anda, ditanggung Anda akan mencapai orgasme/klimaks bersama! Wow!
referen: toto69 Bali

Written by

Bukan seorang pakar ataupun praktisi profesional, hanya ingin berbagai atas esensi realita perjalanan dan mimpi yang terlihat tak bertepi.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2014 Dipzt. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top